[otw_is sidebar=otw-sidebar-3]

Menguap yang Ternyata Memang ‘Menular’

0 689
[otw_is sidebar=otw-sidebar-4]
[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]
...

Menguap bukanlah aktivitas yang hanya dilakukan oleh manusia saja, namun hewan juga melakukannya. Biasanya kamu hanya menganggap menguapmengindikasikan tubuhmu sudah mengantuk dan butuh tidur, namun ternyata ada banyak hal-hal yang mempengaruhinya.

...
...

Jangan pernah menahan menguap karena tubuh membutuhkannya. Ada beberapa teori yang melatarbelakangi tindakan yang paling menular dan tak bisa dikontrol ini, misal terjadi karena tubuh membutuhkan oksigen. Namun ternyata yang terbukti bukanlah hal tersebut.

Dirangkum dari Healthline, simak fakta-fakta seru tentang menguap:

Teori paling ilmiah dari menguap adalah respons tubuh untuk mengatur temperatur otak. Sebuah studi tahun 2014 mempelajari kebiasaan menguap pada 120 orang dan menemukan bahwa mereka lebih jarang menguap saat musim dingin. Jika temperatur pada otak terlalu tinggi, maka dengan menghirup oksigen saja dapat membantu mendinginkannya.

Selain karena mengantuk, menguap juga bisa disebabkan kelelahan (otak melambat dan menjadikan temperatur menurun), kebosanan (otak tidak terstimulasi dan mulai melambat dan mendingin) dan karena melihat seseorang menguap (berada di lingkungan yang sama, membuat kita terpapar temperatur yang sama).

Migrain juga bisa menyebabkan kita menguap, karena terjadi penggumpalan darah di otak dan menguap membantu mendinginkan otak dari kondisi tersebut. Menguap juga refleks tubuh untuk tetap membuatnya bangun, gerakan saat menguap meregangkan paru-paru dan jaringannya, sehingga membuat tubuh melenturkan sendi dan otot, plus 'memaksa' otak untuk menuju wajah dan otak agar meningkatkan kewaspadaan.

Menguap sangatlah menular. Bahkan sekadar menonton video orang menguap saja bisa memicumu untuk melakukannya. Menurut sebuah studi yang dilakukan Baylor University, hal tersebut adalah hal bagus karena kamu menunjukkan empati dan keterikatan.

Studi tersebut meniliki kepribadian dari 135 mahasiswa dan bagaimana mereka bereaksi terhadap beberapa gerakan wajah yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin kurang empatinya, semakin jarang ia akan menguap setelah melihat orang lain juga menguap. Namun perlu dicatat bahwa hasil ini tidak bisa digeneralisasikan bahwa seseorang cenderung psikopat atau sosiopat jika tidak ikut menguap.

Menguap jangan disepelekan, karena berarti tanda dari tubuh ada sesuatu yang tidak benar. Cobalah latihan tarik napas melalui hidung, karena tubuhmu memerlukan lebih banyak oksigen.

Selain itu, cegah dengan melakukan suatu rutinitas, supaya otak juga terstimulasi. Rasa lelah, bosan dan stres cenderung membuat orang semakin sering menguap, dan keseringan menguap juga bisa disebabkan terlalu banyak konsumsi kafein.

Jika sedang berada di kantor, cobalah berjalan-jalan ke luar atau temukan tempat dengan temperatur yang lebih dingin. Jika tak ada waktu, minumlah air dingin atau makan cemilan yang dingin, seperti buah-buahan atau wortel baby.

Kamu menguap lebih dari lima kali dalam waktu yang dekat sampai-sampai mengganggu aktivitasmu? Mungkin saatnya kamu mempertimbangkan untuk memeriksakan ke dokter.

Terlebih lagi jika disertai beberapa gejala seperti linglung, kepala terasa 'penuh', nyeri di area-area tertentu dan bahkan kekurangan tidur. Beritahukan gejala-gejala yang kamu alami kepada dokter dan kapan mulai sering menguap untuk membantunya mendiagnosis kondisi kesehatan yang mungkin kamu alami serta pengobatan yang kamu butuhkan.

www.tribunposttoday.com
FacebookTwitterLineWhatsAppFacebook MessengerLinkedInPinterestTelegramWeChatShare
Category: Healthy
[otw_is sidebar=otw-sidebar-5]
    No Response

    Leave a reply "Menguap yang Ternyata Memang ‘Menular’"